Sabtu, 02 Juli 2011

Love Story 'Justin Bieber' Part IX

Justin mengambilkan air minum untukku dan menyuruh ku tidur kembali,
semakin lama, semakin lemah dan lemah,
sampai" tak bisa bergerak mata ku juga tak bisa kubuka, rasa sakit ku hampir tak terasa,
kenapa ini? kenapa semua tak bisa ku gerakkan ? dalam hatiku ..
detak jantung ku semakin melemah, aliran darah ku, tak terasa lagi, yang kudengar hanyalah suara Justin " cia, bertahan sayang, kamu pasti bisa, jangan tinggalkan aku di sini," tapi suara itu sepertinya lama-kelama'an semakin hilang . bahkan tak terdengar lagi , aku juga semakin tak tahan ...
---------------------------------------------------------------------------------------------------

ke'esokkan harinya , aku merasa ringan, rasanya aku sudah sangat sembuh, aku pun menghampiri Justin yang terlihat sedang menangis ...
sebelum aku sampai ke arah nya .. dia bilang ,, "ciia, kenapa kamu tinggalin aku ? aku nggak tahan harus jauh" dari kamu, aku sayang sama kamu, aku nggak mau kamu ninggalin aku, asku sayang banget sama kamu beauty " suaranya seperti orang yang sangat sedih ..
aku mencoba memeluknya dan berkata "hey, my prince, aku disini , jangan takut, aku tak akan meninggalkan mu, "tapi itu tak bisa ,, apakah aku sudah tiada ? aku keluar ruangan dan mencari orang tua ku, tapi mereka juga tak bisa mendengar suara ku ...
hingga akhirnya, aku melihat jasad ku di bawa oleh sebuah "AMBULANCE" ayah , ibu serta Justin berada di atas ambulance tersebut ,,

sampai akhirnya, aku melihat Justin Memeluk Batu Nisan ku dan berkata "I love you,always, always, and always, i can't forget you my beauty, I'll promise ... "  katanya sambil beranjak pergi ..

Dan sekarang, aku baru menyadari bahwa aku sekarang sudah TIADA  ...

                  The End .....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar